Oct 302011
 

Assalamu’ alaikum wr wb

Kemaren hari minggu 30 Oktober 2011 dengar dari seorang teman ada penembakan seorang Guru Ngaji. pagi – pagi saya segera mencari beritanya. dan mendapatkannya berikut beritanya.

SURABAYA – Polda Jawa Timur akhirnya menetapkan Briptu Eko, anggota Sat Rekrim Polres Sidoarjo, sebagai tersangka kasus penembakan terhadap Riyadhus Sholihin, sopir karyawan pabrik yang juga guru ngaji asal Desa Sepande Candi, Sidoarjo.

Riyadhus Sholihin, ditembak Jumat dini hari pekan lalu. Namun penetapan Briptu Eko sebagai tersangka oleh Propam Polda Jatim bukan karena kasus pembunuhan, namun karena kelalaian hingga menyebabkan Riyadhus tewas.
“Statusnya sudah tersangka karena kelalaian dan dijerat Pasal 359 KUHP,” kata Pjs Kabid Humas Polda Jatim AKBP Elijas Hendrajana saat dihubungi okezone, Senin (31/10/2011).
Elijas membantah rumor yang berkembang jika saat kejadian, Briptu Eko dalam kondisi mabuk sehingga tidak dapat mengendalikan diri.Keyakinan Elijas berdasarkan tes urine terhadap Briptu Eko dan empat rekannya. Namun berdasarkan hasil tes urine kelima anggota yang saat bertugas itu, negatif.
Kasus penembakan Riyadhus ternyata mendapatkan simpati yang luas dari kalangan pengurus Partai Kebangkitan Bangsa. Siang nanti rencanannya belasan anggota Garda Bangsa akan beraudiensi dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko untuk minta penjelasan kasus ini.
Mereka akan mempertanyakan apakah benar Riyadhus adalah pelaku kriminal. Karena PKB percaya pria yang juga penjual tempe itu dikenal baik karena dia dan pengajar ngaji.
“Korban Riyadhus Sholihin adalah salah seorang kader terbaik dari Ansor Kabupaten Sidoarjo,” ujar Ari Rangkuti juru bicara DPW PKB Jatim.
Seperti diberitakan, Elijas menceritakan, penembakan terhadap Riyadhus bermula saat enam anggota Polres Sidoarjo berpatroli di sekitar Gedung Olahraga Sidoarjo Jumat 28 November sekira pukul 02.30 WIB dini hari.
Briptu Widianto yang mengendarai sepeda motor, tiba-tiba ditabrak mobil Suzuki Carry bernopol W 1499 NW yang dikendarai Riyadhus. Widianto menderita gegar otak dan pingsan di tempat kejadian.
Setelah menabrak Widianto, Riyadhus tetap melajukan kendaraannya. Polisi pun sempat mengeluarkan tembakan peringatan, namun Riyadhus tetap melajukan mobilnya.
Aksi pengejaran berakhir setelah mobil yang digunakan Riyadhus menabrak rumah warga di sekitar Sepande. Polisi meminta pengendara turun dan menyerahkan diri.
Namun, Riyadhus enggan menyerah meski kondisinya sudah terpepet. Dia mengeluarkan celurit untuk melawan petugas.
Tebasan celurit Riyadhus melukai kelingking Briptu Eko. Eko kembali mengeluarkan tembakan peringatan. Namun lagi-lagi tembakan itu tetap tidak dihiraukan Riyadhus.
Akhirnya, Eko menembak lengan kanan Riyadhus. Nyawa pria pengurus musala di RT 01/01, Candi, Sidoarjo, itu tidak tertolong dan jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk diautopsi.

(ton)

Suber  : http://news.okezone.com/read/2011/10/31/340/522585/polisi-penembak-guru-ngaji-jadi-tersangka

Tadi juga ada seorang teman yang ngomong kemungkinan kejaian tidak seperti itu. jadi untuk bawa celurit katanya ngak gurungajinya ngak bawa celurit kok.

Semoga polisi dapat bertindak secara benar tidak memihak.

Wassalamu’ alaikum wr wb

Facebook Comments

  2 Responses to “Polisi Penembak Guru Ngaji Jadi Tersangka”

  1. Sejak kapan ini Blog berubah jd Kriminalitas heee…. prasaan g ada tuh di kategorinya

  2. hehee Iya benar

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code class="" title="" data-url=""> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> <pre class="" title="" data-url=""> <span class="" title="" data-url="">

(required)

(required)